17
Jan
09

STRATEGI MENGEJAR MIMPI

STRATEGI MENGEJAR MIMPI

M. Suyanto

www.msuyanto.com

Pada tulisan terdahulu, untuk mengelola mimpi dapat Anda lakukan dengan menciptakan mimpi dan berusaha mengejarnya. Sedangkan pada tulisan ini, bagaimana strategi mengejar mimpi tersebut ?. Strategi untuk mengejar Konsep Hammel dan Prahalad strategi untuk mengejar mimpi (visi) disebutnya sebagai Strategic Intent.

Penyusunan strategi mengejar mimpi (visi) dikembangkan secara bertahap serta konsisten merupakan. Strategi ini harus memiliki pandangan yang akan dicapai minimal sepuluh tahun yang akan datang. Untuk menguasai pasar Sony, Wal-Mart, Chrysler, Microsoft, General Electric, Cola-Cola dan perusahaan mengagumkan lainnya menggunakan strategic intent.

Pimpinan Sony, Akio Morita memperhatikan bahwa kaum muda suka mendengarkan musik ke manapun mereka pergi. Morita menarik kesimpulan dari fakta-fakta tanpa memerlukan riset, tetapi berfikir jauh ke depan tanpa diketahui masyarakat, yaitu menciptakan Walkman. Desain pasar brilian itu bukan suatu kebetulan. Kesuksesan Morita dan Sony adalah menemukan pasar-pasar masa depan, bukan pasar saat ini, yaitu dengan mendeskripsikan apa yang disebut “semangat perintis”. Morita berkata “Sony adalah perintis dan tidak pernah bertujuan untuk mengikuti yang lain. Melalui kemajuan, Sony ingin melayani seluruh dunia. Sony akan selalu menjadi penemu hal yang belum diketahui”

akio-morita

Sedangkan Wal-Mart mengejar mimpi dengan discount-nya, Chrysler dengan minivan, Microsoft dengan Windows.

Strategi Intent dirumuskan secara bertahap dan lebih menantang kalau ada penantangnya. Garam, Suzuki menantang honda, Marriot Hotel menohok Hilton dan sebagainya. Dalam strategi mengejar mimpi ini, masa depan bukan hanya dibayangkan, tetapi harus dibangun. Maka dibutuhkan arsitek yang menciptakan hal-hal yang belum tercipta. Gabungan antara pemimpin dan pelaksana. Dalam pelaksanaan strategi berdasarkan mimpi ini membutuhkan Strategic Architecture, yang merupakan gabungan dari antara pengetahuan masa depan (information architecture), perilaku, nilai dan struktur (social architecture) dan financial architecture. Strategic Architecture sebagai cetak-biru tingkat tinggi untuk penyebaran dari fungsionalitas baru, akuisisi dari kompetensi baru, atau migrasi dari kompetensi yang ada dan menyusun kembali perantara dengan pelanggan.

Dalam strategic intent, mimpi harus mempunyai obsesi untuk berhasil dan harus dicapai secara bertahap. Dalam pelaksanaan strategi mengejar mimpi ini membutuhkan strategic architecture, yang merupakan gabungan dari antara pengetahuan masa depan (information architecture), perilaku, nilai dan struktur (social architecture) dan financial architecture.


0 Responses to “STRATEGI MENGEJAR MIMPI”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 168,765 hits

MY PERSONAL LINK

January 2009
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

%d bloggers like this: