Archive for the 'KEAMANAN DATA' Category

01
Mar
10

Sumber lubang keamanan

Lubang keamanan (security hole) dapat terjadi karena beberapa hal; salah disain (design flaw), salah implementasi, salah konfigurasi, dan salah penggunaan.

Salah Disain

Lubang keamanan yang ditimbulkan  oleh salah disain umumnya jarang terjadi. Akan tetapi apabila terjadi sangat sulit untuk diperbaiki. Akibat disain yang salah, maka biarpun  dia diimplementasikan dengan baik, kelemahan dari sistem akan tetap ada.

Contoh sistem yang lemah disainnya adalah algoritma enkripsi ROT13 atau Caesar cipher, dimana karakter digeser 13 huruf atau 3 huruf. Meskipun diimplementasikan dengan programming yang sangat teliti, siapapun yang mengetahui algoritmanya dapat memecahkan enkripsi tersebut.

Contoh lain lubang keamanan yang dapat dikategorikan kedalam kesalahan disain adalah disain urutan nomor (sequence numbering) dari paket TCP/IP. Kesalahan ini dapat dieksploitasi sehingga timbul masalah yang dikenal dengan nama “IP spoofing”, yaitu sebuah host memalsukan diri seolah-olah menjadi host lain dengan membuat paket palsu setelah mengamati urutan paket dari host yang hendak diserang. Bahkan dengan mengamati cara mengurutkan nomor packet bisa dikenali sistem yang digunakan. Mekanisme ini digunakan oleh program nmap dan queso untuk mendeteksi operating system (OS) dari sebuah sistem, yang disebut  fingerprinting.

Implementasi kurang baik

Lubang keamanan yang disebabkan oleh kesalahan implementasi sering terjadi. Banyak program yang diimplementasikan secara terburu-buru sehingga kurang cermat dalam pengkodean. Akibatnya cek atau testing yang harus dilakukan menjadi tidak dilakukan. Sebagai contoh, seringkali batas (“bound”) dari sebuah “array” tidak dicek sehingga terjadi yang disebut  out-of-bound array atau  buffer overflow yang dapat dieksploitasi (misalnya overwrite ke variable berikutnya). Lubang keamanan yang terjadi karena masalah ini sudah sangat banyak, dan yang mengherankan terus terjadi, seolah-olah para programmer tidak belajar dari pengalaman1.

Contoh lain sumber lubang keamanan yang disebabkan oleh kurang baiknya implementasi adalah kealpaan memfilter karakter-karakter yang aneh-aneh yang dimasukkan sebagai input dari sebuah program (misalnya input dari CGI-script2) sehingga sang program dapat mengakses berkas atau informasi yang semestinya tidak boleh diakses.

1. Memang kesalahan tidak semata-mata ditimpakan kepada pembuat program karena  seringkali mereka dikejar deadline oleh management tingkat atas untuk merilis soft warenya.

2. Tentang CGI-script akan dijelaskan di bagian lain.

Salah konfigurasi

Meskipun program sudah diimplementasikan dengan baik, masih dapat terjadi lubang keamanan karena salah konfigurasi. Contoh masalah yang disebabkan oleh salah konfigurasi  adalah berkas yang semestinya tidak dapat diubah oleh pemakai secara tidak sengaja menjadi “writeable”. Apabila berkas tersebut merupakan berkas yang penting, seperti berkas yang digunakan untuk menyimpan password, maka efeknya menjadi lubang keamanan. Kadangkala sebuah komputer dijual dengan konfigurasi yang sangat lemah. Ada masanya workstation Unix di perguruan tinggi didistribusikan dengan berkas  /etc/aliases (berguna untuk mengarahkan e- mail),  /etc/utmp (berguna untuk mencatat siapa saja yang sedang menggunakan sistem) yang dapat diubah oleh siapa saja. Contoh lain dari salah konfigurasi adalah adanya program yang secara tidak sengaja diset menjadi “setuid root” sehingga ketika dijalankan pemakai memiliki akses seperti super user (root) yang dapat melakukan apa saja.

Salah menggunakan program atau sistem

Salah penggunaan program dapat juga mengakibatkan terjadinya lubang keamanan. Kesalahan menggunakan program yang dijalankan dengan menggunakan account root (super user) dapat berakibat fatal. Sering terjadi cerita horor dari sistem administrator baru yang teledor dalam menjalankan perintah “rm -rf” di sistem UNIX (yang menghapus berkas atau direktori beserta sub direktori di dalamnya). Akibatnya seluruh berkas di sistem menjadi hilang mengakibatkan  Denial of Service (DoS). Apabila sistem yang digunakan ini digunakan bersama-sama, maka akibatnya dapat lebih fatal lagi. Untuk itu perlu berhati-hati dalam menjalan program, terutama apabila dilakukan dengan menggunakan account administrator seperti root tersebut.

Kesalahan yang sama juga sering terjadi di sistem yang berbasis MS-DOS. Karena sudah mengantuk, misalnya, ingin melihat daftar berkas di sebuah direktori dengan memberikan perintah “dir *.*” ternyata salah memberikan perintah menjadi “del *.*” (yang juga menghapus seluruh file di direktori tersebut).

SUMBER ILMU KOMPUTER

_____________________________________________________________________________________________________________

Data Encryption Standard (DES)

Memecahkan DES ( Data Encryption Standard )

Sumber lubang keamanan

_____________________________________________________________________________________________________________

Advertisements
01
Mar
10

Memecahkan DES ( Data Encryption Standard )

DES merupakan block chiper yang beroperasi dengan menggunakan blok berukuran 64-bit dan kunci berukuran 56-bit. Brute force attack dengan mencoba segala kombinasi membutuhkan 256 kombinasi atau sekitar 7x 1017 atau 70 juta milyar kombinasi.

DES dengan penggunaan yang biasa (cookbook mode) dengan panjang kunci 56 bit saat ini sudah dapat dianggap tidak aman karena sudah berhasil dipecahkan dengan metoda coba-coba (brute force attack).

Ada berbagai group yang mencoba  memecahkan DES dengan berbagai cara. Salah satu group yang bernama  distributed.net  menggunakan teknologi Internet untuk memecahkan problem ini menjadi sub-problem yang kecil (dalam ukuran blok). Pengguna dapat menjalankan sebuah program yang khusus dikembangkan oleh tim ini untuk mengambil beberapa blok, via Internet, kemudian memecahkannya di komputer pribadinya. Program yang disediakan meliputi berbagai operating system seperti Windows, DOS, berbagai variasi Unix, Macintosh. Blok yang sudah diproses dikembalikan ke  distributed.net via Internet. Dengan cara ini puluhan ribu orang, termasuk penulis, membantu memecahkan DES. Mekanisme ini dapat memecahkan DES dalam waktu 30 hari.

1. Cerita mengenai latar belakang munculnya Lucifer dapat dibaca pada buku Steven Levy, “crypto” (lihat bagian referensi). Algoritma yang dikembangkan di IBM mulanya dibuat  dalam bahasa APL dengan nama “Demonstration”. Tapi karena panjang nama file tidak  boleh terlalu panjang maka nama filenya adalah “Demon” (yang di dalam bahasa Inggris  berarti hantu atau setan). Versi berikutnya menggunakan nama guyonan “Lucifer”  sebagai terusannya. Lucifer sendiri sebetulnya nama setan di dalam bahasa Inggris.

Sebuah group lain yang disebut  Electronic Frontier Foundation (EFF) membuat sebuah komputer yang dilengkapi dengan Integrated Circuit chip DES cracker. Dengan mesin seharga US$50.000 ini mereka dapat memecahkan DES 56-bit dalam waktu rata-rata empat (4) sampai lima (5) hari. DES cracker yang mereka kembangkan dapat melakukan eksplorasi keseluruhan dari 56-bit  keyspace dalam waktu sembilan (9) hari. Dikarenakan 56-bit memiliki 216 (atau 65536) keyspace dibandingkan DES dengan 40-bit, maka untuk memecahkan DES 40-bit hanya dibutuhkan waktu sekitar 12 detik1 . Dikarenakan hukum average, waktu rata-rata untuk memecahkan DES 40-bit adalah 6 detik.

DES ON DOS PROMPT

DATA ENCRYPTION STANDARD

1. Sembilan hari sama dengan 777.600 detik. Jika angka tersebut dibagi dengan 65.536 maka hasilnya adalah sekitar 12 detik.

Perlu diingat bahwa group seperti  EFF merupakan group kecil dengan budget yang terbatas. Dapat dibayangkan sistem yang dimiliki oleh National Security Agency (NSA) dari pemerintah Amerika Serikat1. Tentunya mereka dapat memecahkan DES dengan lebih cepat.

Untuk DES cracker dari EFF, silahkan kunjungi web sitenya di http://www.eff.org/descracker.html

SUMBER ILMU KOMPUTER

_____________________________________________________________________________________________________________

Data Encryption Standard (DES)

Memecahkan DES ( Data Encryption Standard )

Sumber lubang keamanan

_____________________________________________________________________________________________________________

01
Mar
10

Data Encryption Standard (DES)

DES, atau juga dikenal sebagai  Data Encryption Algorithm (DEA) oleh ANSI dan DEA-1 oleh ISO, merupakan algoritma kriptografi simetris yang paling umum digunakan saat ini. Sejarahnya DES dimulai dari permintaan pemerintah Amerika Serikat untuk memasukkan proposal enskripsi. DES memiliki sejarah dari Lucifer 1, enkripsi yang dikembangan di IBM kala itu. Horst Feistel merupakan salah  satu periset yang mula-mula mengembangkan DES ketika bekerja di IBM Watson Laboratory di Yorktown Heights, New York. DES baru secara resmi digunakan oleh pemerintah Amerika Serikat (diadopsi oleh National Bureau of Standards) di tahun 1977. Ia dikenal sebagai Federal Information Processing Standard 46 (FIPS PUB46).

Aplikasi yang menggunakan DES antara lain:

• enkripsi dari password di sistem UNIX

• berbagai aplikasi di bidang perbankan

SUMBER ILMU KOMPUTER

_____________________________________________________________________________________________________________

Data Encryption Standard (DES)

Memecahkan DES ( Data Encryption Standard )

Sumber lubang keamanan

_____________________________________________________________________________________________________________




Blog Stats

  • 176,656 hits

MY PERSONAL LINK

September 2017
M T W T F S S
« May    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930